PENGHARGAAN SASTRA ANAK INDONESIA 2024

Sebuah Pertanggungjawaban

Riris K. Toha Sarumpaet

Ketua Dewan Juri[1]



[1] Laporan dan pertanggungjawaban ini terlaksana karena kerja sama penuh para juri, yaitu Prof. Riris K. Toha Sarumpaet, M.Sc., Ph.D., Dr. Riama Maslan Sihombing, M.Sn.,Dwi Renya Roosaria, S.H., Mochamad Ariyo Faridh Zidni, S.Hum., Reda Gaudiamo, Claudine Patricia, dan Dr. Herdiana Hakim, M.Sc., M.Ed.

Latar Belakang

Penghargaan Sastra Anak Indonesia adalah mimpi dan rencana TaCita sejak lama. Didorong keinginan menciptakan ekosistem dunia perbukuan anak yang positif dan produktif di Indonesia, kami merasakan urgensi dari sebuah penghargaan yang sinambung dan bertahan. Tujuannya adalah secara sungguh-sungguh ikut meningkatkan pendidikan (dasar) di Indonesia dengan membantu dan menghargai para kreator buku anak sekaligus mendorong industri perbukuan untuk dapat tumbuh dengan sehat. Dipandang dari sisi pendidikan, Sastra Anak sangatlah vital untuk keberlangsungan peradaban. Kisah-kisah kehidupan yang demikian beragam menggambarkan keluasan hakikat berkehidupan telah membuktikan keberlangsungan dan kebertahanan kemanusiaan. mengacu pada upaya peningkatan keterampilan literasi anak di Indonesia, kami sadari penuh, bahwa pembiakan minat baca haruslah dilaksanakan sejak usia dini. Dan untuk itulah Penghargaan Sastra Anak Indonesia 2024 dimulai dengan Buku Cerita Bergambar.

Meski saat ini sebagai pembuka, penghargaan kami hanya terdiri dari satu kategori yakni Buku Cerita Bergambar dan ada kemungkinan terdapat sastra anak baik yang belum masuk dalam radar kami dikarenakan keterbatasan, rentang tahun, maupun ketersampaian informasi, namun kami sangat bersyukur atas besarnya antusiasme publik. Untuk itu, kami haturkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Penghargaan Sastra Anak Indonesia 2024 ini. Ini adalah sebuah kerja besar yang tidak akan terwujud tanpa dukungan yang luar biasa dari publik.

Secara khusus kami berterima kasih  kepada teman dan relawan di TaCita, Patjar Merah, dan Ayo Dongeng Indonesia. Rasa terima kasih disampaikan pula pada sejawat Kelir, SCBWI (Society of Children’s Book Writers and Illustrators) Indonesia, Reading Bugs, KIBA (Kelas Ilustrasi Buku Anak) ITB, Dongeng Bengkimut, Turtale Academy, Pustakalana Library, Rembuku, Read Aloud Indonesia, Paberland, dan Aliansi Mekar Pukul Empat. Tidak ketinggalan, hormat dan terima kasih kami pada para sahabat pembaca, penulis, ilustrator, editor, dan penerbit buku anak di Indonesia yang telah berpartisipasi. 

Proses Pengumpulan Buku

Penghargaan Sastra Anak Indonesia pertama kali diumumkan pada 18 Mei 2024. Pada tanggal tersebut, secara resmi kami mengundang berbagai pihak untuk mengajukan usulan Buku Cerita Bergambar berkualitas ke TaCita, baik melalui formulir Google Form maupun secara langsung mengirimkan buku cetak.

Periode pengusulan buku ditutup pada 1 Juni 2024. Kami menerima 265 (duaratus enampuluhlima) usulan Buku Cerita Bergambar dari pembaca, penulis, ilustrator, dan penerbit, termasuk di dalamnya ada 60 (enampuluh) buku cetak yang dikirim langsung ke TaCita. Seluruh usulan ini bersifat sukarela dan tanpa dipungut biaya. Secara rinci, usulan buku yang masuk mencakup 156 penulis, 149 ilustrator, dan 131 penerbit.

Kurasi Buku 

Mulai 2 Juni 2024 sampai 6 Juni 2024, kurator yang terdiri dari Ahliana Afifati Sani, Anggita Jogi Hutabarat, Elfira Prabandari, dan Mochamad Ariyo Faridh Zidni menyeleksi kesesuaian usulan ke-265 Buku Cerita Bergambar yang terkumpul dengan kriteria yang telah kami umumkan. Berdasarkan kriteria seperti: pertama, penulis dan ilustrator adalah Warga Negara Indonesia; kedua, masa terbit buku adalah Januari 2019 — Mei 2024; ketiga, Buku Cerita Bergambar menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah di Indonesia; keempat, Buku Cerita Bergambar, baik fiksi maupun non-fiksi naratif, berbentuk cetak maupun digital, termasuk buku tanpa kata (silent book). Buku yang diterbitkan secara terbatas tidak termasuk; dan kelima, buku dapat diakses oleh publik di Indonesia, baik secara berbayar atau gratis.

Dari 265 buku yang diusulkan, tim kurator menyeleksi menjadi 127 buku.

  

Tahap Penjurian Awal

Buku-buku hasil kurasi memasuki tahap penjurian awal yang berlangsung pada 6 Juni – 16 Juni 2024. 

Di tahap penjurian awal ini, kami para juri menemukan dan mengapresiasi keragaman tema, gaya penceritaan, gaya bahasa, serta gaya ilustrasi yang ditampilkan oleh buku-buku yang masuk daftar kurasi. Kami juga sangat menghargai keterlibatan penerbit independen maupun penerbit besar.

Secara khusus perlu disampaikan hadirnya tema-tema cerita yang khas dan tidak umum dikenal selama ini, seperti biografi tokoh-tokoh yang membawa perubahan di Indonesia antara lain, Penenun Mimpi (Imelda Naomi dan Feelish, Noura Books) dan Sang Penerang Desa (Sofie Dewayani dan Vannia Santoso, Bestari), yang disampaikan dengan bahasa dan visual anak-anak. Juga hadir buku antara lain memperkenalkan binatang khas Indonesia seperti pada Gelinding oleh Andina Subarja, Noura Books, hingga yang tak dinyana orang dewasa dipercakapkan secara umum, Siapa yang Kentut, karya dan ilustrasi Noor H. Dee (Minima).

Pada 16 Juni 2024, tim juri berhasil menentukan 20 (duapuluh) Sastra Anak Indonesia Pilihan berdasarkan kriteria umum, tema yang sesuai dengan usia anak, dan penanganannya mendekati kebutuhan mereka, dan mengumumkannya pada pra-acara Patjarmerah Kecil yang berlangsung di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta.

Keduapuluh Buku Cerita Bergambar pilihan itu adalah berikut ini.

Tahap Penjurian Akhir

Pada 17 Juni sampai 25 Juni 2024, berlangsung tahap penjurian akhir. Setiap anggota tim juri melakukan penilaian terhadap 20 Buku Cerita Bergambar yang masuk dalam Sastra Anak Indonesia Pilihan berdasarkan lima kriteria: penceritaan, keterbacaan, kreativitas dan keunikan, kedalaman makna, serta ilustrasi dan desain. Penilaian masing-masing juri kemudian dijumlahkan, dan hasilnya didiskusikan dalam rapat tertutup yang berlangsung pada 25 Juni 2024. Tim juri berhasil mencapai kesepakatan tentang Buku Cerita Bergambar yang layak menjadi pemenang.Â

Â

Peraih Penghargaan Sastra Anak Indonesia 2024

Kami mendefinisikan Sastra Anak Terbaik sebagai Buku Cerita Bergambar yang memiliki keunggulan dalam lima kriteria, yakni penceritaan, keterbacaan, kreativitas dan keunikan, kedalaman makna, serta ilustrasi dan desain. Karya yang terpilih mendapatkan nilai paling tinggi dari semua anggota tim juri dan dikukuhkan sebagai Buku Cerita Bergambar berkualitas yang sangat layak menjadi acuan bagi Sastra Anak Indonesia.

Â

Â

Peraih Penghargaan Sastra Anak Indonesia 2024 adalah:

Melalui kekaguman seorang anak laki-laki kepada ayahnya, buku ini bercerita tentang hidup yang dilandasi tujuan, cita-cita, dan semangat yang lahir dari tularan, teladan, tanpa menggurui. Lautan dengan kedalaman dan misterinya, alam dengan kelimpahan dan tantangannya, kegigihan dalam keheningan, serta kadar perayaan kegirangannya. Pulau kecil ini adalah tentang kita, disampaikan dengan tutur dan gambar yang puitis sinematis segala bersahaja untuk anak dan kita semua.

Kisahan yang teguh mendalam seperti tergambar melalui teks multimodal tentang peran ayah yang terhubung dengan keberadaan ayah pembaca sasaran, penokohan yang kuat dan ketegasan tema universal menjadikan buku ini layak menjadi rujukan bagi Sastra Anak Indonesia. Secara alamiah, buku ini menerbitkan rasa bangga menjadi anak laut, manusia Indonesia.

Â

Penutup

Akhir kata, kami sangat senang dan turut bangga dengan perkembangan penciptaan buku anak di Indonesia saat ini, khususnya Buku Cerita Bergambar.

Peningkatan karya dan produksi buku cerita bergambar sangat pesat. Saat Pertanggunjawaban ini kami susun, Let’s Read Indonesia meluncurkan 24 buku baru. Pada saat yang sama, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tengah menyiapkan lebih dari 300 buku bacaan anak sebagai bagian dari Gerakan Literasi Nasional.

Sungguh, ini adalah momen menggairahkan dalam dunia Sastra Anak di Indonesia!

Â

Jakarta, 29 Juni 2024